1.2 Perintah Membangun Kabah

Perintah Membangun Kabah

Setelah Nabi Ismail a.s agak dewasa, Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail membangun Kabah di atas tapak asas Kabah yang dibangun oleh Nabi Adam a.s. Kabah pertama telah dibangun di zaman Nabi Adam, tetapi ia telah telah runtuh dan tertimbun. Setelah Kabah selesai dibangun, terdapat satu sudut yang tidak dapat disempurnakan karena tiada batu yang sesuai ukurannya untuk diletakkan di sudut itu. Mereka telah berusaha mencari batu yang sesuai, namun tidak dapat ditemukan. Oleh karena itu, Allah telah menurunkan sebuah batu dari syurga. Itulah Hajarul Aswad yang disunatkan pada jemaah haji mengucupnya sampai ke hari ini.

hajar aswad kisah nabi muhammad saw

Hajar Aswad

Ka’bah hanyalah sebuah bangunan batu. Apabila ia selesai dibangun, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim melaungkan azan menyeru manusia supaya mendatangi Ka’bah. Nabi Ibrahim bertanya, “Wahai Tuhan, bagaimanakah suara saya akan sampai kepada semua manusia?” Allah berfirman, “Wahai Ibrahim, tugas kamu hanyalah menyeru. Allahlah yang akan menyampaikan kepada manusia.” Untuk melaksanakan perintah Tuhan itu, Nabi Ibrahim mendaki Jabal Arafah dan melaungkan azan menyeru manusia dari seluruh dunia ke Ka’bah. Maha Besar Tuhan, dengan kuasanya yang tiada batas itu, Allah telah menjadikan seruan Nabi Ibrahim dapat di dengar seluruh manusia ketika itu. Bahkan Allah telah menjatuhkan ke dalam hati-hati manusia rasa cinta dan rasa hormat terhadap Ka’bah. Demikianlah ketaatan mutlak Nabi Ibrahim dalam melaksanakan perintah Allah. Demikian pula Allah yang Maha Berkuasa itu telah menjayakan kehendak-Nya.

Bermulalah manusia berdatangan menunaikan haji di Ka’bah khususnya dari Semenanjung Arab. Tiada siapa mengajarkan dan mengarahkan mereka tetapi mereka telah membesarkan dan memuliakan Ka’bah. Bermulalah ibadah Haji dengan kuasa Allah. Dari situ tersebarlah agama kebenaran sehingga akhirnya seluruh bangsa Arab menganut agama Nabi Ibrahim. Allah-lah yang telah memenangkan agamanya tanpa campur tangan siapa pun. Bukankah ini kebenaran janji Allah dalam Quran-Nya? Firman Allah:

“Tiadalah kemenangan itu melainkan semata-mata kurniaan dari Allah.”

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Motivasi dan Konsultasi