2.4 Kelahiran Nabi Muhammad saw

Apabila telah sampai waktunya bagi Abdullah untuk menikah, Abdul Mutalib menjodohkannya dengan Siti Aminah binti Abdul Wahab. Siti Aminah juga dari keturunan Bani Abdul Manaf. Nasab Rasulullah baik dari ayah ataupun ibu bertemu pada anak-anak Qusay bin Kilab. Semua adalah keturunan Nabi Ismail. Demikianlah, dari sudut nasab, Nabi Muhammad adalah orang yang paling mulia.

Keluarga Siti Aminah tinggal di Yathrib (Madinah). Abdul Mutalib membawa anaknya Abdullah ke Yathrib dan menikahkannya di sana dengan Siti Aminah. Setelah beberapa bulan menikah, Siti Aminah mengandung. Mereka pun pulang kembali ke Mekah. Dalam perjalanan ke Mekah, ayah Nabi Muhammad telah kembali ke rahmatullah.

Sebelum Siti Aminah melahirkan Nabi Muhammad saw, beliau bermimpi melihat dirinya melahirkan seorang anak lelaki yang lahir bersama satu limpahan cahaya yang memenuhi bumi. Siti Aminah juga melihat dirinya berdoa kepada Tuhan, “Aku berlindung kepada Allah, Tuhan Yang Esa dengan anak ini dari semua orang yang dengki.”

Kelahiran Agung itu berlaku pada hari Senin 12 Rabiul Awwal Tahun Gajah. Menurut ulama sejarah, hari itu 50 hari setelah peristiwa “Tentera Gajah” menyerbu Mekah.

Banyak peristiwa ajaib yang berlaku mengiringi kelahiran Nabi Muhammad saw. Peristiwa itu merupakan ‘buysro’ atau berita gembira dan tanda kebesaran Rasulullah.

Sayidina Hasan bin Tsabit penyair Baginda Rasulullah saw, menceritakan bahwa sewaktu kelahiran Nabi Muhammad, dia berada di Madinah, ketika itu umumya baru tujuh tahun. Dia berkata, “Pada hari itu aku berada dalam majelis orang Yahudi Madinah. Ketika itu seorang pendeta Yahudi memanjat ke atas atap rumahnya sambil menjerit kepada semua orang, “Bintang Ahmad telah muncul di langit!” Bintang ini hanya akan muncul bila Nabi terakhir dilahirkan. Demikianlah betapa Yahudi sangat menunggu-nunggu kelahiran ini. Sayangnya mereka tidak dipilih oleh Allah untuk menjadi pendukung Nabi ini malah sebaliknya mereka menjadi musuhnya.

Di antara keajaiban lain yang berlaku, Siti Aminah ketika mengandungkan Nabi Muhammad tidak sedikit pun merasa penat dan sakit. Bahkan Nabi Muhammad ketika keluar dari perut ibunya berada dalam keadaan sujud dan sudah berkhatan.

Begitu berita kelahiran ini sampai kepada Abdul Mutalib, kegembiraannya meluap-luap apalagi apabila mendengar berbagai keajaiban yang telah berlaku. Meluncur dari mulutnya bahwa anak ini akan mempunyai satu masa depan yang besar. Karena terlalu gembira, Abdul Mutalib segera membawa Nabi Muhammad saw ke dalam Ka’bah sambil hatinya tidak putus-putus bersyukur kepada Allah.

Di antara keajaiban lainnya, ketika kelahiran Nabi Muhammad, Iwan Kisra atau istana Raja Farsi telah terjadi gempa dasyat. Farsi adalah sebuah kuasa besar dunia waktu itu. Gempa itu telah meruntuhkan 14 tiang Iwan Kisra. Bersamaan dengan itu, padamlah api yang telah menjadi sembahan Majusi sejak beribu tahun dan tidak pernah padam sama sekali sebelumnya. Namun api itu telah padam pada hari kelahiran Nabi Muhammad saw. Gempa juga telah menimbun sebuah danau besar yang dipanggil danau Sawah yang terletak berdekatan dengan istana Raja Farsi itu.

Apabila Kisra melihat berbagai kejadian pelik yang tidak pernah berlaku sebelum ini, dia merasa sangat takut. Lalu dia segera memanggil ahli nujum dan pendetanya yang dapat berkomunikasi dengan jin. Sebelum kelahiran Rasulullah para jin dapat naik ke langit dan mendengar berita apa yang akan berlaku di bumi. Merekalah yang memberitahu berita ini kepada pendeta dan ahli nujum. Maka para pendeta dan ahli nujum membuat ramalan mereka.

Firman Allah:

“Kami para jin sebelum ini mempunyai tempat untuk mendengar berita di langit, barangsiapa yang mencuri mendengar lagi sekarang akan dipanah.” (al-Jin: 9)

Ada di antara pendeta ini memberitahu Kisra, bahwa peristiwa ini disebabkan oleh kelahiran seorang Nabi. Kisra bertanya apa maksud runtuhnya 14 tiang istana Kisra, mereka berkata, “Kerajaan Farsi akan diperintahkan oleh 14 orang Kisra lagi dan selepas itu kerajaan Farsi akan jatuh.”

kisah tiang kisra runtuh kelahiran nabi muhammad

monumen peninggalan Dinasti Sassan bernama Iwan Kisra di bekas kota Al Madain

Mendengar tafsiran itu Kisra merasa sedikit lega karena masih ada 14 orang Kisra lagi akan memerintah Farsi. Kisra menyangka hal itu akan berlaku dalam satu tempo yang panjang dan dia tidak perlu risau sama sekali. Rupanya sangkaan Kisra meleset, setelah kematiannya, anak-anaknya bergaduh sesama mereka saling berebut kekuasaan kerajaan Farsi.

Dalam waktu empat tahun saja 10 orang Kisra telah memerintah Farsi. lnilah tanda kejatuhan kerajaan Farsi, iaitu kerajaan yang paling besar ketika itu. Begitulah keajaiban dan berita gembira yang berlaku ketika kelahiran Nabi Muhammad saw.

Adapun tentang nama Muhammad, pernah suatu ketika Abdul Mutalib bermusafir ke Syam bersama tiga orang sahabatnya. Mereka bertemu dengan pendeta Yahudi di Syam. Para pendeta bercerita kepada mereka bahwa di Mekah akan lahir seorang Nabi yang namanya Muhammad. Setelah itu mereka semua berazam untuk menamakan anak mereka Muhammad. Dari sinilah Abdul Mutalib menamakan cucu lelaki dari anak kesayangannya Muhammad. Sedangkan sebelum itu orang Arab tidak ada yang menggunakan nama Muhammad.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Motivasi dan Konsultasi