2.5 Kisah Kebahagiaan Halimah as Sadiah

Kisah Kebahagiaan Halimah as Sadiah

Baginda Nabi Muhammad saw pernah menyusu dengan Suwaibatul Islamiyah seorang jariah yang telah dibebaskan oleh Abu Lahab. Sayyidina Hamzah menjadi saudara sepersusuan dengan Baginda Nabi Muhammad saw karena dia juga menyusu dengan Suwaibah. Namun, masa menyusu itu tidak panjang karena Nabi Muhammad saw ikut ke Bani Saad, yaitu satu kabilah dari luar Mekah.

kisah nabi muhammad sawSudah menjadi tradisi masyarakat Arab Quraisy, anak kecil mereka tidak dibesarkan di Mekah karena beberapa sebab. Di antaranya supaya mereka dapat menguasai bahasa Arab yang tulen, terbiasa dengan kesusahan, tahan banting, dan hidup dalam udara padang pasir yang sehat. Semua ini sukar unuk diperoleh di Mekah karena Mekah didatangi oleh berbagai jenis dan beragam manusia. Masing-masing membawa bahasa dan budaya mereka bahkan ada yang membawa wabah dan penyakit. Oleh karena itu, mereka mengirim anak mereka menyusu dengan ibu susu dari kabilah badawi di luar Mekah. Orang badawi pula menjadikan kaedah ini untuk menjadi sumber mata pencaharian. Walaupun begitu, mereka tidak menetapkan upah, mereka hanya menerima hadiah setelah selesai. Bagi mereka, wanita yang menetapkan upah dari susunya dianggap satu perkara yang menjatuhkan martabatnya.

Di antara kabilah yang menjadi pilihan masyarakat ketika itu ialah Bani Saad. Mereka sering datang ke Mekah untuk mencari anak susu. Ketika ibu-ibu susu dari Bani Saad datang ke Mekah, ada seorang wanita yang bernama Halimah as-Sa’diah bersama suaminya, Harits. Mereka mempunyai seorang anak yang masih menyusu. Karena kemiskinan yang melanda kehidupan mereka, mereka datang ke Mekah mencari seorang anak dari Bani Quraisy untuk disusui. Hanya dengan cara inilah dia dan suaminya mendapat sumber rezeki.

Ketika menuju ke Mekah, Halimah menunggang keledai yang sudah tua dan kurus. Oleh sebab itu, dia dan suaminya selalu saja ketinggalan di belakang rombongan dan selalu membuat rombongan itu lambat. Sesampainya mereka di Mekah, masing-masing mencari anak susu. Ibunda Nabi Muhammad saw, Siti Aminah telah menawarkan kepada Halimah anaknya, yaitu Baginda Nabi Muhammad saw.    Apabila mengetahui bayi itu seorang anak yatim, Halimah menolak. Bahkan ibu yang lain juga tidak mau menerimanya. Halimah mencoba mencari bayi lain tetapi dia tidak berhasil hingga tiba waktunya kafilah Bani Saad berangkat pulang. Karena tiada pilihan lain, dia meminta izin suaminya untuk mengambil Nabi Muhmmad saw sebagai anak susunya. Dia membujuk diri dan suaminya dengan berkata, “Moga-moga kita mendapat keberkatan dari anak yatim ini.” Akhirnya suaminya setuju dan mereka mengambil Nabi Muhammad saw dari ibundanya, Siti Aminah untuk dibawa pulang.

Sejak saat itulah bermula keberkatan demi keberkatan berlaku dalam kehidupan keluarga Halimah. Keberkatan yang pertama berlaku kepada keledainya yang sudah tidak kuat berjalan berubah menjadi keledai yang paling cepat bahkan dapat mendahului kafilah ini. Seluruh kafilah terkejut melihat keledai Halimatus Saadiah. Begitulah kebesaran kekasih Allah, keledai Halimah yang tua itu pun mendapat keberkatan Nabi Muhmmad saw.

Keberkatan kedua ialah susu Halimah yang hampir kering menjadi semakin banyak. Bahkan cukup untuk anaknya dan cukup untuk Nabi Muhammad saw sehingga mereka berdua kenyang.

Sesampainya di perkampungan Bani Saad, unta ternak Halimah yang sudah tua menjadi sehat dan menghasilkan susu. Demikian ajaibnya keberkatan Nabi Muhammad saw. Kambing peliharaan Halimah juga menjadi sehat dan gemuk serta membiak dengan cepat. Yang pelik, hal ini tidak berlaku kepada binatang ternak orang lain. Karena heran dengan kesuburan ternak Halimah, orang lain ikut membawa ternak mereka di mana saja Halimah membawa binatang ternakannya. Namun ternak mereka tidak menjadi seperti ternak Halimah.

Begitulah kehidupan Halimah menjadi semakin baik. Apabila Nabi Muhammad saw berumur dua tahun, Halimah menyadari proses perrtumbuhan Baginda Nabi Muhammad berbeda dari anak-anak lain. Sewaktu berumur dua tahun kematangannya seperti anak-anak yang berumur enam tahun. Ketika itu Nabi Muhammad saw sudah fasih bercakap.

Setelah dua tahun, sampailah waktunya bagi Halimah menyerahkan kembali Nabi Muhammad saw kepada ibu kandungnya, Siti Aminah. Begitulah adat yang biasa berlaku dalam masyarakat ketika itu. Namun, Halimah meminta kepada Siti Aminah untuk membawa kembali Nabi Muhammad saw ke kampungnya. Di atas persetujuan Siti Aminah, maka kembalilah Rasulullah ke perkampungan Bani Saad.

Beberapa bulan setelah itu, ketika Nabi Muhammad saw sedang bermain dengan anak-anak yang lain, Baginda Nabi Muhammad saw mengalami suatu peristiwa pelik.

Imam Muslim menceritakan dalam hadisnya bahwa dua malaikat datang mengambil Nabi Muhammad saw, dibaringkan dan dibelah dada Baginda. Kemudian dikeluarkan hatinya dan dibasuh dengan air Zam-zam serta dibuang tempat syaitan dari hati Baginda. Kemudian hati Nabi Muhammad saw dipenuhi dengan hikmah. Saudara susunya, Damrah yang ketakutan melihat kejadian itu segera melaporkan kepada Halimah bahwa ada dua orang berpakaian putih sedang menyakiti Baginda. Halimah kemudian menuju ke tempat Rasulullah bermain dan didapatinya Baginda ketika itu di dalam keadaan ketakutan manakala kesan pembedahan masih ada di dada Baginda.

Sayyidina Anas bin Malik yang merawikan Hadis ini menyatakan, “Aku pernah melihat kesan jahitan di dada Rasulullah saw” Inilah salah satu mukjizat Rasulullah saw.

Halimah ketakutan dengan kejadian yang menimpa Baginda. Dia takut berlaku sesuatu yang tidak baik kepada Rasulullah saw. Oleh karena itu dia ingin memulangkan kembali Baginda kepada Siti Aminah.

Siti Aminah merasa heran, baru saja Halimah membujuknya untuk membawa Nabi Muhammad saw pulang ke Bani Saad tetapi tiba-tiba saja Halimah datang kembali untuk menyerahkan Nabi Muhammad saw. Dia merasa ada sesuatu yang telah berlaku. Setelah didesak oleh Siti Aminah barulah Halimah menceritakan apa yang telah berlaku kepada Rasulullah saw.

Siti Aminah bertanya, “Apakah kamu takut Muhammad diganggu oleh jin?” Setelah itu Siti Aminah memberitahu mereka, “Jangan takut, tidak akan berlaku sesuatu yang tidak baik pada diri Muhammad.” Siti Aminah menceritakan kepada Halimatus Sa’diah, “Sebelum aku melahirkan Muhammad aku bermimpi ada seseorang datang menyuruh aku berdoa, “Aku berlindung dengan Allah Yang Esa atas anak ini dari kejahatan semua orang yang hasad dengki.”

“Aku yakin tidak akan berlaku perkara buruk kepadanya.” Setelah menenangkan Halimah, Siti Aminah meminta Halimah membawa kembali Nabi Muhammad saw pulang bersamanya.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Motivasi dan Konsultasi