4.3 Menyatakan Diri Sebagai Penyelamat

Menyatakan Diri Sebagai Penyelamat

Pada suatu pagi, Rasulullah Muhammad SAW naik ke atas Jabal Qubais yang terletak bersebelahan dengan Kabah. Saat ini sebuah istana telah dibangun oleh kerajaan Arab Saudi di situ. Orang yang berada di Ka’bah dan sekitarnya tidak dapat melihat apa yang ada dibelakang bukit ini. Dari atas Jabal Qubais Nabi Muhamad saw menyeru penduduk Mekah dengan berkata, Wasabahah! Satu seruan peringatan dalam masyarakat Arab menandakan ada perkara besar berlaku. Apabila penduduk Mekah mendengar laungan ini apalagi ia adalah suara Muhammad Sodiqul Amin (Yang benar lagi dibenarkan) mereka sangat yakin ada perkara yang sangat penting ingin disampaikan oleh Nabi Muhammad saw. Semua penduduk Mekah bergegas ke kaki bukit untuk mendengar berita itu. Benar, ia adalah `berita dari langit. Ia adalah kebenaran, keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.

kisah nabi muhammad saw jabal abi qubais

Jabal Abi Qubais sebelum dipapas dan dibangun Istana oleh Kerajaan Saudi

kisah nabi muhammad saw Jabal Abi Qubais sekarang

Jabal Abi Qubais sekarang

Dari atas buki Rasulullah saw terus berdakwah kepada mereka dengan bijaksana. Baginda berseru, “Wahai Qurays, kalau aku beritahu di belakang bukit ini ada tentara ingin menyerang kamu, apakah kamu mempercayaiku? “ Kaum Qurays berkata, “kami percayakarena kami sangat percaya kepadamu. Kamu yang kami kenlai adalah seorang yang tidak pernah berbohong.” Lalu Rasulullah saw berseru kepada mereka:

“Sesungguhnya aku adalah orang yang memberi peringatan kepada kamu dari azab Allah yang Maha Pedih”.

Rasulullah saw menyatakan kepada mereka bahwa dialah Rasul yang Allah SWT utus untuk menyeru manusia kepada Tuhan Yang Esa, Yang Maha Agung, Maha Baik, Yang Menghidupkan dan Mematikan, Yang Berkuasa di atas Segala Sesuatu bahkan Tuhan Yang MAha Segala-galanya. Baginda adalah penyelamat yang Allah utus untuk menyelamatkan manusia dari kesesatan dan neraka.

Apakah mudah bagi seorang Rsul untuk menyatakan dirinya, selanjutnya menghadapi reaksi manusia terhadap pernyataan itu? Itulah tanggung jawab seorang penyelamat. Tidak heran begitu selesai membuat pernyataan tersebut, seorang pemuka Qurays langsung bangun dan menjerit, “Celaka kamu, wahai Muhammad!! Apakah karena ini kamu kumpulkan kami?! Apakah karena ini kami terpaksa meninggalkan semua kerja kami dan datang ke sini?! Dia terus menyuruh orang lain supaya membubarkan diri. Orang-orang pun mulai meninggalkan RAsulullah saw. Mereka tidak berani membantah pemuka Mekah ini. Sedangkan pemuka Mekah ini adalah paman Rasulullah saw sendiri. Dialah Abdul Uzza yang kemudian diperkenalkan oleh Al Quran dengan nama Abu Lahab. Dia berhak mendapat kutukan dari Allah karena menentang dan mendustakan berita yang dibawa oleh seorang Utusan Allah. Sedangkan ini adalah berita dari langit, dari Tuhan Yang Maha Benar. Ini adalah kebenaran. Perbuatan menolak wakil Tuhan dan kebenaran yang dibawanya telah mengabadikan nama Abu Lahab di dalam Al Quran.

Firman Allah:

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan binasalah. Hartanya dan segala yang diusahakannya, tidak dapat menolongnya. Dia akan menderita dengan api neraka yang marak menjulang. Dan isterinya seorang perempuan pemunggah kayu api. Di lehernya sejenis tali dari tali yang dipintal. ” (Surah al-Lahab: 1-5)

Bukan saja Abu Lahab, bahkan isterinya Ummu Jamil juga terlaknat karena sangat menentang dan memusuhi kebenaran. Kesukaannya ialah mengumpulkan kayu bakar yang berduri dan meletakkan di mana jalan yang Rasulullah saw lewati. Semua itu semata-mata hanya untuk menyusahkan Baginda. Dengan perbuatan itu, Ummu Jamil telah memesan tali gantung dari api neraka.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Motivasi dan Konsultasi