4.5 Kafir Quraisy Minta Abu Talib Hentikan Dakwah Rasulullah SAW

Kafir Quraisy Minta Abu Talib Hentikan Dakwah Rasulullah SAW

Apabila kebenaran semakin mendapat tempat, pembesar Mekah merasa tergugat. Mereka merasa tuhan mereka telah dibodoh-bodohkan. Mereka datang mengadu kepada Abu Talib sebagai Ketua Mekah karena Nabi Muhammad saw berada dalam jaminan keselamatan Abu Talib. Mereka menghasut Abu Talib supaya berlepas tangan dari Nabi Muhammad saw agar mereka dapat menghadapi Rasulullah saw dengan cara mereka. Kalau tidak, Abu Talib sendiri mesti menghalang Rasulullah saw dari perjuangannya. Namun Abu Talib menegaskan bahwa Muhammad adalah keponakannya. Selagi dia hidup dia tetap akan mempertahankan Muhammad. Dengan sokongan Abu Talib, Rasulullah saw dapat meneruskan menyampaikan dakwahnya.

Pembesar Quraisy makin tidak senang kepada Nabi Muhammad saw. Mereka datang kembali berunding dengan Abu Talib dengan alasan yang baru. Mereka berkata: “Keponakan kamu telah menghina kami! Menghina ayah kami! Malah menghina kakek-kakek kami! Bahkan dia telah menghina tuhan-tuhan kami! Kami tidak dapat sabar lagi!! Kalau dibiarkan keadaan ini, sudah tentu akan berlaku fitnah di antara kami keseluruhan Quraisy dengan Bani Abdul Mutalib. Oleh itu engkau mesti menghentikan Muhammad dari menyampaikan dakwahnya!”

Suasana Mekah sudah membayangkan akan berlaku satu bentrokan yang membawa kepada peperangan di antara Quraisy dan Bani Abdul Mutalib. Abu Talib mengumpulkan Bani Abdul Mutalib untuk mendengar pendirian mereka. Kemudian Abu Talib menyampaikannya kepada Rasulullah saw juga: “Wahai Muhammad, kaum kamu mengadu tentang kamu. Kemarahan mereka dapat menimbulkan peperangan antara Bani Abdul Mutalib dengan Quraisy yang lain.” Rasulullah saw menegaskan kepada Abu Talib, “Wahai pamanku, demi Allah kalau mereka meletakkan matahari di sebelah kananku dan bulan di sebelah kiriku supaya aku meninggalkan perjuangan ini, niscaya aku tidak akan meninggalkannya sehingga Allah memenangkan agama ini.”

Melihat pendirian Rasulullah yang begitu kuat, Asobiyyah (semangat perkauman) Kabilah Bani Abdul Mutalib dan rasa sayang Abu Talib kepada Nabi Muhammad saw telah membuat Abu Talib tidak berlepas tangan dari keponakannya itu. Abu Talib berkata, “Kalau begitu, buatlah apa yang kamu mau, wahai Muhammad. Walau apa pun yang berlaku, engkau tetap dalam pembelaan Bani Abdul Mutalib.” Rasulullah saw mengambil peluang ini sepenuhnya untuk menyampaikan dakwahnya ke semua tempat termasuk kepada kabilah Arab lain yang datang menunaikan haji di Mekah.

Kebencian kafir Quraish semakin meluap-luap. Mereka mula menyusahkan pribadi Rasulullah saw. Namun segala usaha mereka tetap tidak berjaya menghalang dakwah baginda. Akhirnya mereka datang lagi menemui Abu Talib. Kali ini mereka membawa satu tawaran. Mereka membawa bersama mereka seorang pemuda Quraisy yang terkenal dari keturunan mulia, mempunyai akhlak terpuji, kaya, tampan dan gagah. Pihak Quraisy berkata, “Wahai Abu Talib, kami serahkan kepada kamu Imarah bin Walid ini, jadikanlah dia anak kamu dan binkanlah dia kepada kamu tetapi kami minta kamu menyerahkan Muhammad kepada kami.” Tawaran itu benar-benar mencetuskan kemarahan Abu Talib. Lalu dia menjawab, “Apakah kamu menyerahkan anak kamu untuk aku jaga dan kamu minta aku serahkan anak aku untuk kamu sembelih?! Aku tidak dapat menerimanya sama sekali!” Begitulah Allah SWT membela Rasul-Nya melalui tangan pamannya, Abu Talib. Bukankah Allah SWT telah berjanji dalam al-Quran bahwa Dia pasti membela agama dan Rasul-Nya.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Motivasi dan Konsultasi