5.1 Islamnya Sayidina Hamzah bin Abi Thalib

Islamnya Sayidina Hamzah bin Abi Thalib

Karena kaum Quraisy melihat semua usaha yang mereka coba laksanakan tidak berhasil, mereka mulai bertindak di luar batas budi pekerti bangsa Arab bahkan di luar perikemanusiaan. Mereka mulai mengejek dan menghina Baginda Nabi Muhammad saw apabila mereka berpapasan dengan Baginda khususnya ketika Baginda tawaf di Kabah.

Pada suatu hari, para pembesar Mekah bersepakat untuk memukuli Rasulullah saw. Pada hari yang telah mereka tetapkan itu, begitu Baginda Nabi Muhammad saw datang ke Kabah mereka semua langsung menyerbu dan memukul Baginda dari semua penjuru. Siti Fatimah puteri Rasulullah saw yang sedang lewat situ melihat peristiwa tersebut tetapi beliau tiada upaya untuk menolong ayahnya. Beliau segera mengadu kepada Sayidina Abu Bakar. Sayidina Abu Bakar berlari ke Kabah dan terus menyeruak masuk ke dalam kumpulan pembesar Kafir Quraisy yang sedang memukul Rasulullah saw. Sejurus kemudian dia telah berhasil mengeluarkan Baginda. Sayidina Abu Bakar tidak dapat menahan tangisannya melihat peristiwa itu. Beliau menghardik kaum Quraisy, “Apakah kamu hendak membunuh seorang manusia hanya karena dia menyebut Tuhannya Allah?!”

Di satu hari yang lain, Abu Jahal dan pembesar Quraisy seperti biasa duduk berbual di perkarangan Kabah. Pada waktu yang sama Rasulullah saw sedang melakukan tawaf. Setiap kali Rasulullah saw melewati tempat mereka, Abu Jahal mencaci maki Baginda dengan kata-kata yang sangat kasar. Rasulullah saw tetap sabar dan tenang bahkan tidak menghiraukan mereka. Seorang wanita Mekah yang menyaksikan kejadian itu benar-benar tersentuh dan tidak sanggup melihat Baginda dihina begitu rupa. Karena dia sendiri tidak mampu berbuat apa-apa, dia mengambil keputusan pergi dari situ.

Selepas meninggalkan Kabah, dia bertemu dengan Sayydina Hamzah Bin Abdul Mutalib. Sayidina Hamzah adalah paman Baginda Nabi Muhammad saw dan seorang tokoh Quraisy yang sangat disegani. Rupanya dia baru saja pulang dari berburu. Hobinya adalah memburu singa di padang pasir. Begitulah kegagahan dan ketangkasan Sayidina Hamzah. Wanita ini segera mengadu kepada Sayidina Hamzah mengenai kelakuan Abu Jahal dan pembesar Quraisy kepada Rasulullah saw. Entah kenapa, kali ini Sayyidina Hamzah sangat tersinggung.

Dia bertanya, “Apakah tiada siapa pun bangun menghalang Abu Jahal dan membela Muhammad?” Wanita itu menjawab, “Tiada siapa yang berani, wahai Hamzah.”

Waktu itu Sayidina Hamzah belum Islam tetapi dia cukup marah mendengar penghinaan itu. Dia bergegas ke Darul Nadwah. Abu Jahal masih berada di situ, di tengah-tengah pembesar Quraisy yang lain. Sayidina Hamzah menuju pada Abu Jahal dan terus memukulnya sehingga berdarah kepala Abu Jahal.

Terluncur dari mulut Sayidina Hamzah dengan suara yang cukup tegas, “Apakah kamu menghina Muhammad sedangkan aku telah beriman kepadanya?” Selepas itu dia pukul lagi Abu Jahal sambil bertanya kepada Abu Jahal dan semua pembesar Quraisy, “Siapa yang berani membalasnya?”

Sebenarnya tiada siapa pun berani menandingi Hamzah. Tetapi demi menjaga harga diri kabilah, beberapa orang lelaki dari Bani Makhzum bangun untuk membela Abu Jahal. Abu Jahal segera menghalang mereka sambil mengakui bahwa dia yang bersalah karena menghina keponakannya.

Pada awalnya Sayidina Hamzah datang untuk membela keponakannya yang dihina. Tetapi dia sudah mengeluarkan satu pernyataan yang dia sendiri tidak tahu bagaimana ucapan itu dapat terluncur dari mulutnya. Sebenarnya Sayyidina Hamzah belum Islam. Setelah kembali ke rumahnya, Sayidina Hamzah masih heran dengan dirinya sendiri. Kaum Quraisy telah mengetahui bahwa dia telah memeluk Islam. Apakah mungkin besok dia menarik balik kata-katanya itu. Sayidina Hamzah tidak dapat memejamkan matanya pada malam itu. Akhirnya dia bermunajat kepada Allah SWT, “Seandainya ini adalah satu kebenaran dan kebaikan, datangkanlah keyakinan ke dalam hatiku tetapi kalau sebaliknya berilah jalan keluar kepadaku.”

Selepas itu Allah SWT telah mencampakkan keyakinan ke dalam hatinya. Dia tidak ragu-ragu lagi. Pagi harinya dia mencari Baginda Nabi Muhammad saw dan mengucapkan dua kalimah syahadah di hadapan Baginda. Alangkah gembira dan alangkah terhibur Rasulullah saw. Islamnya Sayidina Hamzah adalah suatu kemenangan untuk Islam.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Motivasi dan Konsultasi