5.3 Kisah Nabi Muhammad saw Menghadapi Tukang Dongeng

Kisah Nabi Muhammad saw Menghadapi Tukang Dongeng

Melihat tekanan demi tekanan yang dilakukan tidak berhasil membendung perkembangan Islam, kaum Qurays membuat strategi baru untuk menyerang dan menghalang kebenaran. Mereka memanggil Nadr bin Harist. Dia keturunan Qurays tetapi menetap di Thaif. Nadr adalah seorang tukang dongeng yang banyak bermusafir. Oleh karena itu, dia mengetahui berbagai cerita dongeng dan khurafat dari kabilah Arab bahkan dari bangsa Rom dan Persia. Mereka mengundang Nadr ke Mekah kemudian mengupahnya untuk mengikuti ke mana saja Nabi Muhammad saw berdakwah. Setiap kali Baginda berdakwah, Nadr ditugaskan untuk menyampaikan cerita dongeng dan khurafat yang dimilikinya.

Pada peringkat awal, rencana jahat ini terlihat berhasil. Dimana saja Rasulullah saw berdakwah, Nadr akan datang ke tempat itu untuk bercerita. Banyak juga manusia datang ke majelis Nadr meninggalkan majelis Rasulullah saw. Memang masyarakat yang tidak berilmu menyukai tukang dongeng karena itu adalah salah satu hiburan mereka. Nadr akan berkata kepada orang-orang bahwa Muhammad tidak lebih dari dia. Nadr berkata, “Bukankah dia membawa cerita dongeng dan khurafat. Aku pun mempunyai banyak cerita dongeng dan khurafat”. Hari demi hari Nadr telah berhasil menarik banyak orang dari mendengar dakwah Rasulullah saw. Tetapi akhirnya masyarakat jemu mendengar cerita yang sama berulang kali. Orang kembali mendengar al-Quran dari Rasulullah saw. Nadr bin Harist juga telah menjadi sebab turunnya wahyu untuknya. Semua ayat al-Quran yang menyebut tentang cerita dongeng, semuanya adalah jawaban kepada perbuatan Nadr.

Sampai tahap ini Abu Jahal sudah hilang pertimbangannya dan kewarasannya. Dia mengumpulkan para pemimpin Qurays yang sepakat memusuhi kebenaran dan Rasulullah saw. Abu Jahal berkata, “Oleh karena segala usaha untuk menghalang Muhammad tidak berhasil, aku sudah bertekad untuk membunuh Muhammad. Apabila Bani Abdul Mutalib akan menuntut balas atas tindakanku kepada Muhammad, aku tak peduli apakah kamu hendak membela aku atau tidak. Kalau kamu tidak mau membela aku, aku siap untuk dibunuh oleh Bani Abdul Mutalib. Yang penting aku mesti membinasakan Muhammad!” Akhirnya kaum Qurays setuju untuk melindungi Abu Jahal dari Bani Abdul Mutalib. Lalu mereka sepakat untuk membunuh Nabi Muhammad saw.

Mereka menunggu Nabi Muhammad saw sembahyang di Kabah. Biasanya Baginda Nabi Muhammad saw sujud panjang dalam setiap sembahyangnya. Mereka menunggu saat Nabi Muhammad saw sujud. Ketika itu Abu Jahal akan mengangkat sebongkah batu besar dan menghempaskannya ke atas kepala Nabi Muhammmad saw. Begitulah rencana mereka.

Seperti biasa, Rasulullah saw sembahyang di Kabah dan sujud panjang. Abu Jahal sudah bersiap sedia dengan sebongkah batu besar. Dia sendiri kesulitan mengangkatnya tetapi demi mau membunuh Rasulullah saw, Abu Jahal menggagahkan dirinya mengangkat batu besar itu. Apabila dia mendekati Baginda Nabi Muhammad saw yang sedang tenggelam dalam sujudnya itu, tiba-tiba Abu Jahal melepaskan batu itu dan lari ketakutan.

Semua pembesar Qurays yang sedang memperhatikan dari jauh merasa keheranan. Bukankah tadi kemarahan Abu Jahal meluap-luap untuk membunuh Muhammad. Mengapa tiba-tiba melepaskan batu dan malah lari ketakutan bagaikan dikejar Jin Ifrit. Mereka bertanya kepada Abu Jahal, “Kenapa kamu lari seperti orang ketakutan?” Abu Jahal memarahi mereka, “Apakah kamu semua tidak melihat?” Mereka bertanya, “Kami tidak nampak apapun!” Abu Jahal terus membela dirinya, “Kamu semua tidak nampak apa yang aku nampak! Aku nampak seekor unta jantan yang sangat besar datang menyerang aku bahkan mau membunuhku!” Sebagian pemuka Qurays menuduh Abu Jahal mengarang cerita dongeng karena mereka tidak nampak apapun.

Demikianlah balasan Tuhan kepada perbuatan Abu Jahal mengupah Nadr supaya menyamakan wahyu dengan khurafat dan cerita dongeng. Sekarang, dia dituduh membawa cerita dongeng. Benarlah janji Tuhan bahwa Allah SWT akan membela Nabi Muhammad saw dari semua musuhnya.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Motivasi dan Konsultasi