6.1 Panduan Wahyu Menghadapi Sikap Abu Jahal

Panduan Wahyu menghadapi sikap Abu Jahal.

Sayidina Abdullah bin Mas’ud   berkata:

“Kami tidak dapat sembahyang di Kabah hingga Sayidina Umar masuk Islam. Ketika dia masuk Islam, dia memerangi mereka sehingga Kafir Quraisy membiarkan kami sembahyang. Sesungguhnya Islamnya Sayidina Umar bin Khattab adalah satu kemenangan.”

Oleh karena terlalu sakit hati dengan perkembangan Islam dan kejayaan Rasulullah saw, Abu Jahal telah memberi ancaman kepada Rasulullah saw. Abu Jahal berkata, “Wahai Muhammad, kalau kamu menghina lagi tuhan kami selepas hari ini, kami akan mencerca Allah!” Begitulah Abu Jahal, apabila setan yang memimpinnya. Sebenarnya kaum Quraisy meyakini bahwa Tuhan yang menciptakan langit dan bumi adalah Allah SWT. Berhala hanya sebagai wasilah mereka kepada Allah. Namun, karena terlalu sakit hati kepada Rasulullah saw dan kebenaran, Abu Jahal sanggup mencerca Allah SWT. Terhadap peristiwa ini, telah turun wahyu memberi panduan kepada umat Islam untuk berhadapan dengan sikap Abu Jahal.

Firman Allah SWT:

Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. (Surah al-An’am : 108)

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Motivasi dan Konsultasi