6.4 Penghinaan Uqbah bin Muayyith terhadap Nabi Muhammad saw

Penghinaan Uqbah bin Muayyith terhadap Nabi Muhammad saw

Pada suatu hari, ketika Rasulullah saw sedang sembahyang di Kabah. Pembesar kuffar Quraisy memperhatikan sambil mengejek Rasulullah saw. Ketika itu ada orang datang menyembelih seekor unta di dekat Kabah. Maka pembesar kuffar Quraisy ini saling menantang di antara mereka. Siapakah yang berani mengambil isi perut unta yang berdarah dan bernajis itu dan meletakkannya di atas kepala Rasulullah saw yang sedang sujud di Kabah.

Ketika itu bangunlah Uqbah bin Muayyith sambil berkata, “Aku yang akan melakukannya!” Dia mau membuktikan kepada kawannya bahwa dia memang memusuhi Islam seperti mereka juga. Lalu dia mengangkat isi perut itu dan diletakkannya di atas kepala Rasulullah saw yang sedang sujud itu.

Melihatkan pemandangan itu, Uqbah dan pembesar Kuffar Quraisy yang berada di situ ketawa terpingkal-pingkal sehingga bergoyang badan mereka. Namun Rasulullah saw terus sujud tidak bergerak sedikit pun. Begitulah Baginda yang sedang tenggelam dengan Tuhannya. Najis perut unta itu terus berada di atas kepala Rasulullah saw hingga Sayidatina Fatimah puteri kesayangan Rasulullah saw melewati tempat itu. Dialah yang membuang segala kotoran itu sambil menangis melihat penghinaan dan ujian yang ditanggung oleh ayahandanya, Rasulullah saw.

Apabila Rasulullah saw bangun dari sujudnya, Baginda memandang kumpulan pemuka kuffar Quraisy itu dan berdoa. Baginda menyebut dalam doanya nama mereka seorang demi seorang. Setiap nama yang Rasulullah saw sebut itu terbunuh dalam Perang Badar. Rasulullah berdoa terhadap mereka bukan karena mereka menyakiti Baginda tetapi karena penentangan dan permusuhan mereka terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya serta kebenaran dari Allah SWT.

Dalam tempo ini juga, semakin banyak sahabat yang berhijrah ke Habsyah. Ketika itu sebanyak 83 orang lelaki dan perempuan Islam telah mendapat perlindungan Najasyi di Habsyah.

Apabila turun ayat terakhir dari surah an-Najm, Rasulullah saw telah membacakannya di Kabah yang sedang dipenuhi dengan manusia termasuk pembesar kuffar Quraisy. Bahkan Baginda telah membacakan ayat-ayat itu dengan suara yang lantang :

┬ádan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis, dan bahwasanya Dialah yang mematikan dan menghidupkan, dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita. dari air mani, apabila dipancarkan. Dan bahwasanya Dialah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati), dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan, dan bahwasanya Dialah yang Tuhan (yang memiliki) bintang syi’ra, dan bahwasanya Dia telah membinasakan kaum ‘Aad yang pertama, dan kaum Tsamud. Maka tidak seorangpun yang ditinggalkan-Nya (hidup). Dan kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka, dan negeri-negeri kaum Luth yang telah dihancurkan Allah. lalu Allah menimpakan atas negeri itu azab besar yang menimpanya. Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah kamu ragu-ragu? Ini (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang terdahulu. Telah dekat terjadinya hari kiamat. Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah. Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis? Sedang kamu melengahkan(nya)? Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).

(Surah an- Najm: 43-62)

Begitu selesai membaca ayat-ayat ini, Rasulullah saw pun sujud. Begitu juga semua orang Islam. Rupa-rupanya semua penduduk Mekah yang terdengar bacaan itu turut bersujud karena terkesan mendengar ayat-ayat itu. Bahkan seorang lelaki tua yang tidak mampu untuk sujud telah mengambil pasir dan meletakkannya di atas kepalanya. Pembesar-pembesar Kuffar Quraisy juga sujud semuanya.

Begitulah Allah SWT memperlihatkan kebesaran al-Quran. Selepas itu tersebarlah berita di kalangan kabilah Arab bahwa kaum Quraisy telah sujud oleh kata-kata Muhammad. Apabila berita itu sampai ke Habsyah, para sahabat di sana menyangka kaum Quraisy telah menerima Islam. Ada sebagian sahabat yang pulang kembail ke Mekah.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Motivasi dan Konsultasi