HAYATI dan PERJUANGKAN Allah Rahasia Keharmonian Hidup

HAYATI dan PERJUANGKAN Allah Rahasia Keharmonian Hidup

Nabi Muhammad saw pernah bersabda yang bermaksud “Awal-awal agama mengenal Allah”. Ini menunjukkan betapa pentingnya bagi manusia untuk mengenal Allah, sehingga yang pertama wajib dikenalkan kepada manusia adalah Allah.

Mengajak manusia untuk mengenal Tuhan berbeda dengan mengajak manusia untuk
percaya kepada Tuhan. Hari ini kalau kita tanya pada orang kafir sekalipun, apakah merekatahu dan percaya adanya Tuhan, tentu mereka akan menjawab kami tahu dan percaya.
Tapi seolah-olah Tuhan sudah tidak ada dalam kehidupan mereka. Mereka tidak
merasakan peranan Tuhan di dalam kehidupan atau dengan kata lain tidak perduli kepada
Tuhan. Pada perasaan mereka sama saja apakah Tuhan ada ataupun tidak ada.
Manusia sudah tidak mengaitkan setiap kejadian dengan Alah, hanya dikatikan dengan sebab-sebab lahir saja. BEncana alam, gunung berapi yang meletus, banjir besar, gempa bumi, taufan yang memusnahkan harta benda dan jiwa manusia, berbagai kecelakaan , krisis dan huru hara yang menimpa umat mereka angga[ sebagai gejala alam biasa, kecelakaan biasa oleh sebab-sebab teknis, tidak dikaitkan dengan peringatan dan hukuman Allah kepada hamba-hambaNya yang sudah lalai dan durhaka kepadaNya. Begitulah rusaknya akidah umat.

Bila orang kenal Tuhan barulah jiwanya hidup semula. Tuhan itu Maha Berkuasa,
Menghidupkan, Mematikan, Menghukum, Mendengar, Melihat, Maha Besar, Maha
Agung, Penyelamat, Penjaga, Pelindung, yang memberikan nikmat, yang menurunkan
rahmat, dan memberikan nikmah, yang mewujudkan apa saja di dunia ini maupun di
akhirat.

Tidak ada satu butir debu pun yang wujud tanpa sepengetahuan Tuhan. Besarnya Kuasa
Tuhan itu, bila Dia berkata jadi maka jadilah, Tuhan berkata wujud maka wujudlah,
Tuhan berkata hidup maka hiduplah, Tuhan berkata mati maka matilah, Tuhan berkata
sehat maka sehatlah, Tuhan berkata sakit maka sakitlah. Itulah Dia, Tuhan yang
menciptakan langit dan bumi dan menciptakan manusia. Tidak cinta dan takut kah
manusia dengan Tuhannya? Padahal baru sedikit kita melihat sifat-sifat yang ada pada
Tuhan. Jadi kalau manusia ini hatinya sudah merasakan kehebatan Tuhan, barulah datang
cinta dan takut pada Tuhan. Bila dia akan berbuat hal yang kecil sekalipun dia akan
berpikir dan bertanya pada Tuhan, apakah Tuhan suka atau tidak. Inilah obat pertama
kepada manusia. Inilah obat pertama kepada penyakit-penyakit yang dicetuskan oleh
manusia di dunia ini. Kalau manusia sudah cinta dan takut Tuhan, manusia tidak berani
lagi melakukan hal-hal negatif dan menyusahkan. Walaupun undang-undang, peraturan
dan hukuman itu diperlukan, tapi itu adalah jalan terakhir.

Bagi manusia yang sudah terlalu jahat yang bila disebutkan Tuhan pun tak berkesan lagi.
Maka terlalu keliru bila hendak membaiki manusia tersebut dengan menggunakan
peraturan, undang-undang ataupun hukuman. Sedangkan yang membuat peraturan dan
undang-undang itu pun manusia juga. Apakah yang menghukum itu tidak bersalah? Tidak
jahat jugakah? Apakah dia tidak menimbulkan masalah?

Kadang-kadang orang yang ada kuasa ditangannya itu mereka membuat lebih banyak
kesalahan daripada rakyat yang tidak memiliki kekuasaan. Apakah yang akan terjadi pada
dunia bila yang berkuasa yang menimbulkan masalah. Siapa yang akan memikirkan
masalah mereka? Tapi kalau merujuk pada Tuhan, Tuhan kita bersama, maka
sesungguhnya rakyat itu Tuhan juga yang jadikan, orang besar pun Tuhan yang jadikan.
Kalau rakyat tidak dapat melawan kuasa Tuhan, orang besar pun tidak dapat juga
melawan. Akhirnya orang kecil ataupun orang besar, sama-sama takut dengan Tuhan.
Inilah jalan keselamatan untuk manusia. Inilah jalan kedamaian untuk manusia. Inilah
jalan keharmonian untuk manusia.

Kalau begitu dunia hari ini perlu kembali mempromosikan Tuhan. Setiap manusia di
dunia ini perlu memperjuangkan Tuhan. Supaya orang kenal Tuhan. Supaya manusia
cinta dan takut kepada Tuhan. Inilah obat yang paling mujarab, inilah kaedah yang paling
berkesan. Inilah formula-formula yang dapat menyelesaikan masalah masyarakat.
Pada kenyataannya, hari ini umat Islam bila hendak memperjuangkan Islam, syariat
diperjuangkan lebih dahulu daripada memperjuangkan Tuhan. Padahal sepatutnya Tuhan
yang dikenalkan lebih dahulu. Coba baca sejarah Nabi Muhammad saw, Baginda menggunakan waktu selama 13 tahun untuk menanamkan iman dan tauhid. Dengan kata lain Tuhan yang Esa itu diperkenalkan terlebih dahulu kepada umat Arab Jahiliah. Sebab Tuhan adalah segala-galanya. Bila kita mengenalkan syariat lebih dahulu, orang menerima Islam tidak secara suka rela tetapi dengan terpaksa, sebab sudah diikat dengan peraturan ini halal, ini haram dst.

Misalnya seorang anak hanya disuruh untuk ambil air, siram bunga, tidak diceritakan
dulu mengapa dia mesti berkhidmat atau membantu orang tua. Sebab itu dia mengerjakan
tugas secara terpaksa. Semestinya sebelum menyuruh seorang anak menyiram bunga
diceritakan dulu bahwa bunga ini kepunyaan ayah yang telah terlalu banyak jasa,
memelihara dan mencari rezeki untuk dirinya. Sebab itu sudah sepatutnya dia berkhidmat
kepada ayahnya. Kalaulah si anak diceritakan hal ini tentulah akan dibuat dengan senang
hati.

Begitu juga dengan Tuhan. Sebelum dikenalkan dengan syariat, semestinya dikenalkan
dulu dengan yang memiliki syariat tersebut. Bukan hanya sekedar menghafal dan tahu
sifat-sifat Tuhan, wujud, qidam, baqa dst, melainkan mengenal Tuhan hingga dihayati,
sehingga timbullah rasa cinta dan ingin berkhidmat sebagaimana seorang anak dengan
ayahnya tadi. Bila sudah kenal dan cinta maka Tuhan akan dirasakan sebagai tempat
bertanya, merujuk dan terasa akrab.

Dalam bab aqidah ini juga, Allah pun memberitahu manusia tentang para malaikat yang
peranannya sungguh penting di alam ini. Merekalah yang menjadi wasilah Tuhan.
Keberadaan mereka di alam ini sungguh menjadi bukti lagi kebesaran kerajaan Tuhan.
Tapi apakah kita sudah betul2 mengenali peranan penting malaikat ini?
Penanaman aqidah melalui didikan dan asuhan sangat diperlukan, diantaranya yang
berkait dengan malaikat ini agar manusia dapat merasakan peranan mereka dalam
kehidupan kita. Tuhan pun mengajar kita untuk berucap salam pada mereka sekurangnya
5 kali sehari semalam yaitu kala kita bersalam di setiap akhir sembahyang.
Bagaimana pula pentingnya peran para Rasul yang perlu manusia hayati?
Sebelum Rasul datang, manusia merasa adanya Tuhan. Tapi tidak tahu Tuhan itu siapa.
Datanglah Nabi Muhammad saw, yang kenal betul Tuhan secara detail. Rasul mengenalkan bahwa Allah lah Tuhan manusia. Sebelum itu orang tidak kenal akhirat, tidak tahu malaikat, syurga, neraka, arasy, dll, maka NABI MUHAMMAD SAW datang untuk mengenalkannya pada manusia. Itu contoh yang besar-besar yang bersifat ghaib. Yang paling beruntung mendapatkan rahmat ini adalah orang yang masuk Islam. Mengenal Allah sebagai Tuhan, itulah rahmat yang paling besar.

Orang yang tidak masuk Islam, tidak mendapat rahmat yang sangat besar tersebut.
Mereka hanya dapat rahmat sampingan saja. Yaitu rahmat yang terjadi di dunia.
Begitulah kasih sayang Tuhan, rahmat yang terjadi di dunia, walau orang tidak masuk
Islampun, Tuhan beri juga. Orang yang tidak melihat akhirat, nikmat dunia itu besarlah
padanya. Tapi bagi orang yang beriman, rahmat dunia itu kecil saja baginya. Yang besar
itu rahmat akhirat, sebab kalau nikmat di sana kekal abadi dan kalau azabpun kekal abadi.
Walaupun orang Islam yang masuk neraka dulu terus ke syurga tak kekal abadi di neraka,
seolah-olah macam kekal. Sebab berjuta-juta tahun. Jadi rahmat di dunia ini binatang pun
dapat, pepohonan pun dapat apalagilah manusia. Mengapa? sebab
syariat Allah yang disampaikan pada Nabi Muhammad saw, bila dipraktekkan semua orang boleh terima. Seperti tidak boleh menzalimi orang. Bukan saja tidak boleh zalim dengan orang bukan Islam, dengan orang bukan Islam pun tak boleh zalim. Binatangpun tak boleh dizalimi. Bila mau sembelih binatang harus menggunakan pisau paling tajam.
Begitu hebat disiplinnya. Bahkan pada anjing yang sangat hina pun Rasul menyuruh kita
berbuat baik. Hadist ada menceritakan bahwa ada orang masuk syurga karena dia
memberi minum anjing yang kehausan.

Setiap orang ada hak masing-masing. Baik itu hak pribadi, agama, hak harta, hak
keluarga, hak kebebasan. Itu semua bukan hanya utk orang islam saja. Tetangga mesti
dihormati sekalipun musuh kita. kasih sayang, perpaduan harus dijaga. Tapi itulah
masalah dunia sekarang ini. Kasih sayang tiada, perpaduan telah punah. Padahal
NABI MUHAMMAD SAW datang bukan hanya dengan teori, tapi beliau sendiri menunjukkan bagaimana mewujudkan kasih sayang, bagaimana berhubung baik dengan tetangga, berhubungan dengan musuh. Bahkan musuh sakit, NABI MUHAMMAD SAW menziarahinya. Musuh yang menganiayanya dibalas dengan kebaikan, bahkan didoakan.

Haram hukumnya bila pohon yang tak bernyawa di potong-potong, ditarik daunnya
untuk dirusakkan. Apalagi binatang dan manusia. Umat Islam bahkan dianjurkan
untuk berhubungan baik dengan masyarakat sekalipun bukan orang Islam. Umat Islam
tak diperbolehkan memerangi musuh kecuali musuh yang memulai. Begitulah cantiknya
ajaran Islam, tapi sayangnya umat Islam sudah tidak mempraktekannya. Akhirnya Islam
jadi terlihat tidak cantik. Orang Islam dituduh kasar, militan, suka bunuh orang. Jihad
sudah disalah artikan. Jihad diartikan mesti bunuh orang. Padahal Nabi Muhammad saw
datang ke dunia mau mengislamkan orang. Tapi kita, mau bunuh orang. Seolah
kedatangan Islam yang kita paham itu berlainan dengan yang NABI MUHAMMAD SAW
ajarkan, sampaikan. Disinilah pentingnya manusia dididik untuk menghayati peranan
Rasul dan menghayati ajaran yang Rasul bawa, agar Islam yang diamalkan sama dengan
apa yang Rasul SAW telah bawa pada manusia.

Melalui pendidikan dan asuhan, Rasul SAW telah berjaya menanamkan aqidah
penghayatan yang begitu mantap di hati para sahabat hingga bangsa arab jahiliah telah
berubah dan dipilih Tuhan untuk mengemban tugas membina empayar Islam kali
pertama. Oleh karena itu, bila umat Islam mau menagih janji Tuhan untuk terbangunnya
kembali imperium Islam kali kedua, tiada jalan lain bagi umat Islam, selain bermula
dari menanamkan aqidah penghayatan, bukan sekedar ilmu, hafalan, tapi aqidah
yang benar-benar menjunam kedalam hati, sehingga lahir cinta dan takut pada Tuhan yang luar biasa. Itulah yang dapat menjadi pendorong utama bagi umat Islam dalam
membangun ummah kali kedua.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Motivasi dan Konsultasi