Kemiskinan, Sebab-sebabnya dan Panduan Bila Mengalaminya

Definisi Kemiskinan

Kemiskinan berlaku apabila pendapatan seseorang itu di bawah keperluannya. Keperluan yang dimaksudkan adalah dari segi makan, minum, pakaian dan tempat tinggal. Fakir ialah apabila pendapatan seseorang itu di bawah separuh dari keperluannya.

Jika demikian, apabila pendapatan seseorang lebih dari keperluannya, walaupun lebih satu rupiah, maka seseorang itu dianggap kaya. Sebagai contoh, katalah seseorang itu keperluan sebulan bagi diri dan keluarga di bawah tanggungjawabnya adalah sebanyak satu juta rupiah. Kemudian dia mendapat satu juta satu rupiah, maka dia dianggap orang kaya oleh Islam. Oleh itu untuk menjadi orang kaya tidaklah terlalu susah. Yang susah itu hendak menjadi milyuner atau trilyuner.

Telah menjadi fitrah manusia bahwa rata-rata manusia itu tidak suka menjadi miskin. Artinya hampir semua manusia ingin menjadi orang kaya. Lantaran itu kebanyakan manusia, seluruh pikirannya, tenaganya diperah dan dikerahkan untuk mendapatkan kekayaan. Manusia itu sekalipun nampak mereka belajar untuk mendapat ilmu, namun mereka ingin agar ilmu itu menjadi alat untuk mendapat kekayaan.

Manusia memandang kemiskinan itu sebagai musuh mereka. Sebab itulah mereka benar-benar berusaha dengan tidak jemu-jemu untuk mencari kekayaan agar dapat memerangi kemiskinan itu.

Perlu diingat bahwa tidak semua orang dapat menjadi kaya. Manusia boleh berusaha tetapi Allah Taala yang mentakdirkan dan menentukannya. Yang gagal menjadi kaya lebih banyak dari yang berjaya. Kalau hendak menjadi kaya mengikut ukuran Islam seperti yang telah kita definisikan di atas, itu agak mudah. Namun hendak menjadi orang kaya mengikut ukuran manusia amat susah, sekalipun mereka mempunyai ilmu pengetahuan dan telah berjuang bersungguh-sungguh.

Sebab-sebab Menjadi Miskin

Seseorang, satu kaum atau satu bangsa itu menjadi miskin karena beberapa faktor. Di antaranya:

  1. Kemiskinan yang diwarisi dari ibu bapa yang miskin, kaum atau bangsa yang miskin, yang mungkin sudah berpuluh-puluh atau beratus-ratus tahun. Begitu lahir saja telah menjadi miskin. Dengan aset-aset yang mereka warisi dari ibu bapa atau generasi sebelumnya, amat sulit sekali untuk mereka membuat perubahan dari miskin kepada kaya.
  2. Disebabkan malas. Mungkin sebagian kaum atau bangsa itu bersifat pemalas. Sifat malas itu telah diwarisi dari kakek nenek mereka sebelumnya hingga sifat malas itu disambung oleh generasi kemudian. Akhirnya menjadi budaya hidup. Kalau telah menjadi budaya, bukan mudah hendak disadarkan atau diubah agar menjadi kaum atau bangsa yang rajin supaya kemiskinan cepat dapat diatasi.
  3. Sebagian orang, kaum atau bangsa tidak mempunyai ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan belum lagi terbuka kepada mereka. Sedangkan ilmu adalah antara faktor yang penting untuk mendapat kekayaan karena mencari kekayaan memerlukan ilmu dan pengalaman yang luas.
  4. Sesetengah orang ditakdirkan oleh Allah SWT dalam keadaan tubuh badan yang cacat. Sudahlah cacat, dia lahir di dalam keluarga yang miskin pula. Karena itu dia tidak dapat bergerak aktif mencari kekayaan.
  5. Oleh karena penjajahan ke atas sesuatu bangsa atau kaum. Memang sudah menjadi dasar setiap penjajah agar anak jajahannya tidak mampu bangun untuk membebaskan diri dan tanah airnya. Ataupun kalau suatu hari nanti mereka merdeka, mereka tetap perlu bersandar dengan bekas tuan penjajahnya. Maka penjajah membuat satu sistem dan dasar agar penduduk asli dan penduduk tempatan menjadi miskin dengan tidak diberi peluang yang mudah untuk menjadi mandiri. Penjajah juga menjalankan dasar membuka masuknya orang luar yang kemudian diberi kemudahan untuk hidup. Dengan itu anak pribuminya terdesak dan terpinggir lalu menjadi miskin papa. Kemiskinan itu kemudiannya diwarisi beratus tahun oleh anak cucunya.
  1. Adakalanya di sebuah negara itu pemerintahnya dzalim, menindas dan berlaku diskriminasi. Pemerintahnya mementingkan diri, keluarga dan kroni-kroni sendiri. Kemudahan-kemudahan hidup hanya untuk mereka saja. Orang lain yang bukan kawan, bukan keluarga dan bukan anggota partai tidak diberi kemudahan. Rakyat umum juga dibiarkan maka banyaklah rakyat yang miskin.
  2. Sebagian negara-negara yang berideologi komunis atau negara sosialis tidak memberikan hak dan kebebasan yang cukup kepada rakyatnya untuk hidup mencari kekayaan. Mereka tidak diberi hak milik. Segala-galanya untuk negara sehingga rakyat menjadi miskin. Di kebanyakan negara-negara komunis atau sosialis, rata-rata rakyatnya miskin.
  3. Ada sebagian orang atau kaum, Allah Taala jadikan watak bawaanya tidak suka bersusah payah. Mereka bekerja sekadar untuk hidup. Walaupun ada peluang untuk kaya namun mereka tidak mau mengambil peluang itu. Mereka cukup dengan sekadar apa yang ada.
  4. Ada sebagian umat Islam suka hidup miskin karena kalau menjadi kaya takut tidak dapat bersyukur dan tidak dapat menunaikan kewajiban sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Taala. Jika susah, mereka tidak pula meminta- minta dan menyusahkan orang lain. Mereka sanggup hidup ala kadar. Bahkan orang ini di waktu-waktu berlebih hartanya atau makan minumnya mereka tidak akan menyimpan. Di masa itu juga mereka akan memberi kepada mereka yang berhak menerimanya. Sikap itu memang dibenarkan oleh Allah Taala. Sebenarnya miskin cara ini tidak banyak. Yang banyak miskin secara lain seperti telah disebutkan di atas.
  5. Ada sebagian orang terpaksa menjadi miskin disebabkan keluarganya besar. Walaupun pendapatannya lumayan atau agak besar tetapi orang yang hendak ditanggungnya banyak. Di samping itu ada pula anak yatim yang hendak dijaga dan diurus.
  6. Ada sebagian umat Islam, jadi miskin karena suka khidmat dan menolong orang. Dia tidak tega melihat orang susah, mesti ditolongnya. Siapa saja yang meminta akan diberinya. Selalu saja memberi derma dan mewakafkan hartanya untuk kebajikan umum. Kalau dia tahu ada orang Islam yang berhutang, apalagi kawannya, dia mesti membayar hutang kawannya itu. Bahkan orang ini sanggup berhutang karena berkhidmat dan menolong orang. Di akhir zaman ini umat Islam yang miskin cara ini hampir sudah tidak wujud lagi.
  7. Ada sebagian orang, untuk kehidupannya, seperti makan, minum, pakaian, tempat tinggal dan lain-lain adalah hasil dari usaha pertanian atau perniagaan. Kemudian dengan takdir Allah SWT kebunnya diserang oleh hama tanaman atau datang banjir atau perniagaannya bangkrut maka jadilah mereka orang miskin.
  8. Ada sebagian orang jadi miskin karena dipecat dari pekerjaannya.
  9. Ada sebagian orang, jatuh miskin karena ditimpa sakit yang parah dan berlangsung lama, sehingga tidak dapat lagi berusaha untuk mencari rezeki.
  10. Ada sebagian orang jatuh miskin disebabkan karena meninggalnya suami atau ayah atau anak yang mana selama ini mereka itulah yang berusaha mencari rezeki untuk keluarganya.
  11. Ada sebagian orang atau satu kaum menjadi miskin karena negaranya ditimpa krisis seperti jatuh nilai mata uang, barang-barang naik harga, gaji dipotong atau sebagian mengalami pemutusan hubungan kerja. Sebagian lagi menjadi bangkrut.

kemiskinanPanduan Apabila Mengalami Kemiskinan

Bagi umat Islam, kalau berlaku kemiskinan, tidak kira apa sebab-sebabnya, bagaimanakah sikapnya mereka agar sesuai dengan ajaran Islam? Yang patut mereka lakukan ialah seperti berikut:

  1. Hendaklah sabar atau redha (redha lebih utama) menerima ketentuan dari Allah SWT.
  2. Hendaklah kemiskinan itu diterima sebagai ujian dari Allah Taala untuk menghapuskan dosa atau untuk meninggikan darajat. Juga agar bertaubat dan merujuk kembali kepada Allah. Mungkin ini merupakan hukuman dari Allah Taala, bukan ujian, karena kita melupakan Allah Taala selama ini atau durhaka kepada-Nya.
  3. Jangan berputus asa dengan Allah Taala. Memohonlah selalu kepada-Nya di samping berusaha lagi dengan bersungguh-sungguh untuk mendapatkan rezeki dari-Nya
  4. Hiburlah hati karena dengan sebab kemiskinan itu di Akhirat kelak hisabnya tidak banyak karena tanggungjawab orang miskin itu di dunia kurang atau tidak banyak. Tidak seperti orang kaya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Motivasi dan Konsultasi