Kewajiban Orang Kaya

Keindahan dari ajaran Islam diantaranya adalah ajaran Islam sesuai dengan fitrah manusia. Perkara yang sesuai dengan fitrah manusia itu banyak, tapi di sini akan disebut salah satu di antaranya agar sesuai dengan tajuk.

Agama Islam membenarkan setiap orang untuk mencari kekayaan sebanyak apapun itu. Ingin menjadi kaya ini adalah tabiat bawaan manusia. Tidak ada manusia yang tidak ingin menjadi kaya. Keinginan manusia untuk menjadi orang kaya itu tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Di sini sejalan antara keinginan fitrah manusia dengan kebenaran ajaran Islam. Di sinilah letak indahnya ajaran Islam itu. Oleh karena itu, setiap individu muslim boleh mencari kekayaan dengan cara berniaga, bertani, beternak dan sebagainya asal jangan melampaui batas.

Artinya, dalam mencari kekayaan perlu menjaga syariat agar usaha kita itu bukan saja mendapat keuntungan bahkan mungkin usaha itu juga diberi pahala oleh Allah Taala yang Maha Pemurah. Setelah seseorang itu berusaha dan berjuang bersungguh-sungguh mencari harta dan kekayaan, kemudian setelah berhasil menjadi orang kaya, maka dia mempunyai kewajipan dan tanggungjawab yang mesti ditunaikan.

Menurut ajaran Islam, sesiapa yang ada kelebihan dari orang lain, mempunyai kewajiban dan tanggung jawab yang lebih terhadap masyarakatnya dengan kekayaan dan harta mereka itu, dibanding dengan orang lain yang lemah atau tidak memiliki harta yang lebih.

rumah mewah orang kayaKewajiban dan tanggungjawab orang kaya kepada masyarakat diantaranya:

  1. Mereka wajib mengeluarkan zakat harta apabila cukup nisab dan sampai haulnya yaitu setiap setahun sekali sebanyak 2.5%.
  2. Kewajipan yang aradhi yaitu mereka wajib pula menunaikan tanggungjawab dari kekayaannya untuk keperluan yang mendatang atau terdesak seperti:
    a. Jika negara diserang musuh, mereka wajib menggunakan hartanya untuk membeli senjata. Terlebih lagi jika diminta oleh pemerintah.
    b. Negara berhadapan dengan zaman krisis. Mereka wajib membantu negara.
    c. Keperluan pendidikan atau perhubungan untuk kepentingan umum.
  3. Apa yang pemerintah tidak mampu sediakan, mereka berkewajiban bertanggungjawab untuk melengkapi atau mencukupi keperluan itu. Mereka tidak boleh menganggap itu semata-mata tanggungjawab pemerintah.
  4. Jika pemerintah mengarahkan agar mereka membuat sesuatu perkara demi kepentingan umum karena negara sudah tidak mampu, wajib mereka menunaikannya.
  5. Mereka yang enggan mematuhi pemerintah untuk memberi hartanya demi kepentingan umum, maka pemerintah boleh memaksa dan mereka mesti memberinya.
  6. Kewajiban yang lain, mereka wajib rendah hati kepada orang banyak. Karena orang kaya kalau mereka rendah hati, akan sangat memberi kesan kepada orang banyak. Orang banyak akan insyaf dan malu. Maka mudah mereka dididik kepada kebaikan. Orang yang disegani seperti pejabat, orang-orang besar, orang kaya, kalau mereka rendah hati, orang banyak akan mudah didisplinkan dan dididik karena orang banyak mudah meniru dan mengikut orang-orang yang dihormati dan disegani.

Selain itu, Islam sangat menganjurkan kepada penganutnya menjadi pemurah. Bukan sekadar sanggup mengorbankan yang wajib saja. Mereka digalakkan bersedekah, memberi derma, memberi hadiah, mewakafkan harta seperti tanah, bangunan, kebun, bahan-bahan bacaan, kendaraan dan lain-lain agar masyarakat Islam cepat terbangun.

Hasilnya, yang sedang maju akan bertambah maju. Yang kurang maju akan jadi maju. Yang kurang, dapat dicukupkan. Yang koyak dapat ditambal sulam. Yang lemah dapat dikuatkan. Yang tidak sempurna dapat disempurnakan. Yang tidak selesai, dapat diselesaikan. Yang tidak mampu, dapat hidup bersama-sama dengan orang yang mampu. Agar yang sedih, ceria semula. Yang terbiar dapat dibela. Juga agar fakir miskin tidak sengsara, anak-anak yatim terbela dan janda-janda dapat dijaga.

Sifat-sifat pemurah terutama dari orang-orang kaya dan berada akan menyebabkan masyarakat Islam terbela. Masyarakat Islam akan cepat maju dan kasih sayang akan terjalin. Hubungan antara orang kaya dan miskin semakin rapat. Tidak ada orang yang terbiar. Akan wujud perpaduan dan kerjasama. Tiada lagi jurang. Sudah tentu kadar tindak pidana juga akan berkurang. Maka semua orang akan hidup aman, bahagia, dan harmoni. Itulah kesan dari sifat pemurah dan tawadhuknya orang-orang kaya. Banyak masalah masyarakat dapat diselesaikan. Sebab itulah sifat pemurah sangat dikasihi oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Bahkan dikasihi juga oleh semua orang.

Firman AllahSWT:

Maksudnya: Belanjakanlah (hartamu) pada jalan Allah dan janganlah kamu jatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang yang berbuat baik. (Al Baqarah: 195)

Sabda Rasulullah SAW:

Maksudnya: Orang yang pemurah itu dekat dengan Allah, dekat dengan manusia dan dekat dengan Syurga, tetapi jauh dari Neraka.

Oleh itu orang kaya dianjurkan:

  1. Kurangkan seminar, banyakkan amal.
  2. Kurangkan bercakap, banyakkan berbuat.
  3. Elakkan mubazir, banyakkan khidmat.
  4. Sederhanakan kehidupan, sebaliknya banyakkan sedekah dan bantuan.
  5. Jadikan kekayaan diri sebagai bank kepada masyarakat. Agar masyarakat tidak perlu lagi bersandar kepada bank yang akan membelenggu rakyat.

Sedarlah wahai orang kaya dan orang yang berada,
Kekayaan yang ada pada dirimu,
Adalah Tuhan yang punya,
Pulangkan semula kepada hamba-hamba-Nya,
Kamu tidak akan dihina,
Bahkan kamu akan menjadi orang yang mulia,
Di sisi Allah dan manusia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Motivasi dan Konsultasi