Zakat Fitrah

Pengertian Zakat Fitrah

Zakat Fitrah adalah zakat yang diwajibkan ke atas setiap individu lelaki dan perempuan muslim yang memiliki kemampuan dengan syarat-syarat yang ditetapkan.

Orang Islam yang wajib membayar zakat fitrah untuk diri dan keluarga atau tanggungannya adalah sebagai berikut:

  • Individu yang mempunyai makanan atau hartanya lebih dari keperluan tanggungannya pada malam dan pagi hari Idul Fitri
  • Bayi yang dilahirkan sebelum matahari tenggelam pada akhir bulan Ramadhan dan hidup setelah matahari terbenam.
  • Telah memeluk Islam pada bulan Ramadhan sebelum matahari tenggelam dan tetap memeluk Islam setelah matahari terbenam.
  • Individu yang meninggal setelah terbenam matahari tenggelam di akhir bulan Ramadhan.

Ketentuan Zakat Fitrah

Dari Ibnu Abbas RA, “Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah untuk membersihkan orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan yang kotor, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barang siapa yang mengeluarkannya sebelum (selesai) shalat id, maka itu adalah zakat yang diterima (oleh Allah); dan siapa saja yang mengeluarkannya sesuai shalat id, maka itu adalah sedekah biasa (bukan zakat fitrah).” (Riwayat Ibnu Majah).

Zakat fitrah berupa makanan pokok dari jenis yang mengenyangkan. Hal ini dijelaskan hadis Rasulullah s.a.w yang diriwayatkan oleh Abu Said al-Khudry:

“…Adalah kami para sahabat ketika bersama Rasulullah s.a.w sering mengeluarkan zakat fitrah dari setiap orang yang kecil dan besar, merdeka atau hamba satu gantang makanan atau satu gantang keju atau satu gantang Syair atau satu gantang tamar atau satu gantang zabib. Demikianlah kami terus berbuat demikian sehingga datang kepada kami Muawiyah Abi Sufian yang mengerjakan amal ibadat haji atau umrah, kemudian beliau menyampaikan pidato di atas mimbar, maka dalam ucapannya kepada orang banyak beliau berkata: Saya berpendapat, bahwa satu mud (cupak) gandum Sham menyamai satu Sha’ (gantang) tamar. Setelah itu, masyarakat pun berbuat demikian sedangkan Abu Sufian berkata: aku tetap mengeluarkannya sebagaimana mulanya” – Riwayat Muslim

Jumlah Zakat Fitrah

Di Indonesia pembayaran 1 sha zakat fitrah disepakati setara dengan 2,5 kg beras. Jika ingin dibayar dalam bentuk uang, apabila harga beras per kilogram adalah Rp 10.000, maka zakat fitrah yang wajib dikeluarkan adalah Rp 25.000.

zakat

Zakat Fitrah berupa beras

Waktu Menunaikan Zakat Fitrah

Waktu menunaikan zakat fitrah terbagi menjadi 5 (lima):

1. Waktu Wajib

Apabila terbenam matahari penghujung Ramadhan sehingga terbit matahari esoknya.

2. Waktu Paling Afdal

Sebelum Sholat Hari Raya

3. Waktu Sunat

Sepanjang bulan Ramadhan

4. Waktu Makruh

Setelah Sholat Hari Raya sehingga terbenam matahari pada satu Syawal

5. Waktu Haram

Setelah terbenam matahari pada satu Syawal; hukumnya berdosa tetapi wajib ditunaikan segera zakat fitrah dan pada waktu itu ia dianggap qada. Sekiranya masih lewat, maka akan bertambahlah dosanya.

 

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Motivasi dan Konsultasi