Zakat Harta

 1. Zakat Emas dan Perak

Zakat Emas

Ketentuan :

  • Mencapai haul
  • Mencapai nishab, 85 gr emas murni
  • Besar zakat 2,5 %

Cara Menghitung :

  • Jika seluruh emas/perak yang dimiliki, tidak dipakai atau dipakainya hanya setahun sekali
  • Zakat emas/perak = emas yang dimiliki x harga emas x 2,5 %
  • Jika emas yang dimiliki ada yang dipakai
  • Zakat = (emas yang dimiliki – emas yang dipakai) x harga emas x 2,5 %

Zakat Perak
Ketentuan :

  • Mencapai haul
  • Mencapai nishab 595 gr perak
  • Besar zakat 2,5 %

Cara Menghitung :

  • Jika seluruh perak yang dimiliki, tidak dipakai atau dipakainya hanya setahun sekali
  • Zakat = perak yang dimiliki x harga perak x 2,5 %
  • Jika perak yang dimiliki ada yang dipakai
  • Zakat = (perak yang dimiliki – perak yang dipakai) x harga emas x 2,5 %

2. Zakat Perdagangan

Ketentuan :

  • Telah mencapai haul
  • Mencapai nishab 85 gr emas
  • Besar zakat 2,5 %
  • Dapat dibayar dengan barang atau uang
  • Berlaku untuk perdagangan secara individu atau badan usaha ( CV, PT, koperasi)

Cara Hitung :

Zakat Perdagangan =
( Modal yang diputar + keuntungan + piutang yang dapat dicairkan ) – (hutang-kerugian) x 2,5 %

3. Zakat Pertanian

Ketentuan :
Mencapai nishab 653 kg gabah atau 520 kg jika yang dihasilkan adalah makanan pokok

  1. Jika selain makanan pokok, maka nishabnya disamakan dengan makanan pokok paling umum di daerah
  2. Kadar zakat apabila diairi dengan air hujan, sungai, atau mata air, maka 10 %
  3. Kadar zakat jika diairi dengan cara disiram (dengan menggunakan lat) atau irigasi maka zakatnya 5 %

4. Zakat Profesi

Zakat Profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi bila telah mencapai nishab.

Nisab sebesar 5 wasaq / 652,8 kg gabah setara 520 kg beras. Besar zakat profesi yaitu 2,5 %.
Terdapat 2 kaidah dalam menghitung zakat profesi

Menghitung dari pendapatan kasar (brutto) (memakai prinsip kehati-hatian)
Besar Zakat yang dikeluarkan = Pendapatan total (keseluruhan) x 2,5 %
Menghitung dari pendapatan bersih (netto)
1. Pendapatan wajib zakat=Pendapatan total – Pengeluaran perbulan*
2. Besar zakat yang harus dibayarkan=Pendapatan wajib zakat x 2,5 %

Keterangan :
* Pengeluaran per bulan adalah pengeluaran kebutuhan primer (sandang, pangan, papan )
* Pengeluaran perbulan termasuk : Pengeluaran diri , istri, 3 anak, orang tua dan Cicilan Rumah. Bila dia seorang istri, maka kebutuhan diri, 3 anak dan cicilan Rumah tidak termasuk dalam pengeluaran perbulan.

5. Zakat Hadiah

Jika hadiah tersebut terkait dengan gaji maka ketentuannya sama dengan zakat profesi dan dikeluarkan pada saat menerima hadiah.
Besar Zakat yang dikeluarkan 2.5%.
Jika komisi, terdiri dari 2 bentuk :
Pertama, jika komisi dari hasil prosentasi keuntungan perusahaan kepada pegawai, maka zakat yang dikeluarkan sebesar 10%.
Kedua, jika komisi dari hasil profesi misalnya makelar, maka zakatnya seperti zakat profesi.
Jika hibah :
Pertama, jika sumber hibah tidak diduga – duga maka zakat yang dikeluarkan sebesar 20%.
Kedua, jika sumber hibah sudah diduga dan diharapkan, maka hibah tersebut digabungkan dengan kekayaan yang ada, zakat yang dikeluarkan sebesar 2.5%.

6. Zakat simpanan Tabungan

Uang simpanan dikenakan zakat dari jumlah saldo akhir bila telah mencapai haul. Besarnya nisab senilai 85 gr emas.
Besar zakat yang harus dikeluarkan 2,5 %

Saldo akhir : saldo akhir – Bagi hasil/bunga
Besarnya zakat : 2,5 % x saldo akhir

Zakat Simpanan Deposito

Penghitungan sama dengan zakat simpanan Tabungan.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Motivasi dan Konsultasi